100 Push-Up

Cara Melakukan 100 Push-Up

Lebih dari 60

Jika kamu melakukan lebih dari 60 push up dalam tes
Hari 1 – istirahat 60 detik (atau lebih) antar set
set 135
set 249
set 345
set 445
set 5maksimal (minimal 55)
Istirahat minimal 1 hari
Hari 2
istirahat 45 detik (atau lebih) antar set
Hari 3
istirahat 45 detik (atau lebih) antar set
set 122set 128
set 222set 228
set 330set 335
set 430set 435
set 524set 527
set 624set 627
set 718set 723
set 818set 823
set 9maksimal (minimal 59)set 9maksimal (minimal 60)
Istirahat minimal 1 hariIstirahat minimal 2 hari
Iklan

Apa yang Sebenarnya Dikatakan Sains tentang Push Up

Push up sering dianggap sekadar gerakan pemanasan yang mudah dilupakan, tapi para peneliti terus kembali kepadanya — sebagian karena gerakan ini tidak butuh alat apa pun, dan sebagian lagi karena ternyata ia mengungkap lebih banyak hal daripada yang kita kira. Contoh yang paling banyak dibicarakan muncul pada 2019, dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan otot yang bagus dipandang.

Tahun itu, sebuah studi di JAMA Network Open dari Harvard T.H. Chan School of Public Health mengikuti lebih dari seribu petugas pemadam kebakaran pria yang aktif selama satu dekade. Mereka yang mampu melakukan lebih dari 40 push up beruntun menunjukkan angka kejadian kardiovaskular yang jauh lebih rendah dibanding yang mentok di bawah sepuluh — para peneliti melaporkan risiko yang 96% lebih rendah. Angka yang mencolok, dan sebaiknya dibaca dengan hati-hati: ini satu kelompok pekerjaan yang terdiri dari pria yang memang sudah bugar, temuannya menunjukkan hubungan, bukan sebab-akibat, dan tidak otomatis berlaku untuk kita semua. Meski begitu, satu poin sederhana jadi melekat — berapa banyak push up yang bisa kamu lakukan mengatakan sesuatu tentang mesin di balik tubuhmu.

Lebih dari sekadar latihan dada

Push up juga diam-diam membuktikan nilainya dalam fisioterapi. Versi yang dimodifikasi dipakai untuk membebani serratus anterior secara bertahap — otot yang menjaga tulang belikat tetap bergerak dengan benar — itulah sebabnya gerakan ini muncul dalam protokol rehabilitasi bahu. Beberapa studi biomekanik berskala kecil, sebagian memakai elektromiografi, juga memetakan bagaimana memindahkan posisi tangan ke lebih lebar atau lebih sempit menata ulang beban, sehingga pelatih punya cara untuk menyasar upaya tertentu, bukan sekadar mengejar angka.

Daya tarik push up untuk orang yang lebih tua justru terletak pada kelenturannya ini. Dilakukan bersandar ke dinding atau meja dapur, push up bisa diperingan hampir sampai nol dan dinaikkan lagi seiring pulihnya kekuatan, hal yang sulit dikatakan untuk kebanyakan latihan berbeban. Gerakan rutin semacam ini juga dikaitkan dengan suasana hati yang lebih stabil dan fungsi harian yang lebih baik, meski push up sendirian tidak pernah jadi keajaiban — ia hanya satu alat yang jujur dan mudah dibawa ke mana saja di antara banyak alat lain.

Semua ini tidak membuat push up jadi ajaib. Ia membuatnya berguna, terukur, dan menyenangkannya, gratis. Push up tidak akan membangun lengan terbesar di ruangan, dan memang bukan itu tujuannya. Bagi siapa pun yang sudah melewati usia 60 dan mencari gerakan yang bisa memantau kemajuannya tanpa membebani dompet, ini tempat awal yang layak dicoba.